Minggu, 02 November 2014
Rabu, 22 Oktober 2014
Senin, 13 Oktober 2014
Minggu, 12 Oktober 2014
Hasil Rapat Wali Murid dengen dewan guru dan Pimpinan Dayah Baitul Huda Ulee Rabo
Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan Dayah Baitul Huda Ulee Rabo Jeunieb,Pada Tgl 12-10-2014 dini hari mengelar rapat antara wali murid dengen dewan guru dan pimpinan dayah baitul huda.Alhamdulillah menghasilkan beberapa kesimpulan.acara tersebut yang di pimpin oleh tgk Bahrul walidin MA.berbagai persoalan seputar dayah di depan wali murid pimpinan dayah baitul huda tgk mukhtaruddin (waled ulee rabo) yang akrap disapa oleh masyrakat sekitar nya,menyampaikan perkembanggan yang inggin di capai oleh para santri yang menetap di dayah baitul huda tersebut yang merupakan harapan yang susuai dg visi-misi dayah baitul huda"baca visi-misi ".Dalam pertemuan yang berlangsung di komplek dayah baitul huda menghasil kan beberapa kesimpulan di antara nya sebagaimana yang di ada di dalam blog DAYAH BAI TUL HUDA.
Selasa, 07 Oktober 2014
Selasa, 20 Mei 2014
ENAM (6) ORGANISASI PALING BERBAHAYA DI DUNIA
Enam (6) Organisasi Rahasia Paling Berbahaya di Dunia
Setiap organisasi dibentuk untuk tujuan tertentu, tergantung siapa yang mendirikan dan siapa saja anggotanya, sehingga tak dapat dipungkiri kalau tak semua organisasi memiliki tujuan yang baik. Di antara organisasi-organisasi jahat itu bahkan ada yang seperti tak henti-hentinya menebar teror dan pembunuhan demi satu tujuan. Dan karena tujuannya itu, tak jarang organisasi ini bersifat sangat rahasia sehingga banyak yang ragu kalau organisasi itu memang ada. Berikut enam organisasi paling jahat dan berbahaya di dunia yang datanya dikutip dari berbagai sumber.
1. Freemasonry
2. Illuminati
3. The Order of Nine Angles (ONA)
4. Thule Society
5. Skull and Bones
Saat itu, di Amerika sedang beredar sentimen anti Freemasonry yang sangat kuat. Partai anti mason didirikan dan banyak politikus berkampanye untuk melarang aktifitas Freemasonry. Dampak dari kampanye ini kemudian mempengaruhi semua organisasi yang bersifat rahasia, termasuk perkumpulan-perkumpulan mahasiswa.
Ketika Russel kembali ke Yale, ia menemukan kalau sentimen inipun mempengaruhi perkumpulan-perkumpulan yang ada di situ, termasuk perkumpulan favoritnya, Phi Betta Kappa, yang mulai menanggalkan tradisi kerahasiaan mereka.
Melihat situasi ini, Russel menjadi sangat marah dan bertekad untuk membalas dendam. Lalu ia mengumpulkan para mahasiswa dari keluarga berpengaruh dan mengajak mereka untuk mendirikan sebuah perkumpulan rahasia yang diberi nama The Brotherhood of Death atau The Order of the Skull and Bones yang kemudian berubah menjadi Skull and Bones saja. Salah satu perkumpulan rahasia paling berpengaruh di Amerika ini memliki ritual yang mengerikan, karena setelah 15 anggota baru terpilih, mereka harus menjalani ritual wajib seperti berbaring di dalam peti mati, bergulat di lumpur, mencium tengkorak dan memberikan pengakuan mengenai sejarah kehidupan seksual mereka di hadapan anggota-anggota lain. Namun demikian, dari perkumpulan ini lahir tokoh-tokoh penting seperti Henry Luce sang pendiri majalah Time, dan Frederick Smith sang pendiri FedEx.
6. Order of The Assassins
Senin, 19 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
ORMAS ISLAM PERKUAT PELAKSAAN SYRIAT ISLAM DI ACEH
pat mencabut izin hotel yang dinilai melanggar syariat.
“Berbagai fakta sudah ditemukan. Ada sejumlah Hotel di Banda Aceh melakukan pelanggaran syariat Islam dan mencoreng nama baik Bumoe Seuramoe Makkah,” demikian disampaikan jubir ormas Islam, Tgk Mustafa Husen Woyla dalam rilisnya ke media, Jumat (16/05/2014) tadi.
Menurut Husen, temuan pelanggaran dibuktikan melalui bebera razia-razia gabungan, maupaun liputan eksklusif beberapa harian lokal.
Atas dasar itulah himpunan masyarakat yang terhimpun dalam dua puluh ormas Islam sudah menandatangani surat yang disampaikan ke Gubernur Aceh dengan nomor agenda, Klas 451 nomor 18511, tanggal terima 13/5/2014. Hal Mohon pencabutan izin Hotel Yang Melanggar Syariat dan Pengesahan Qanun Jinayat.
Adapun sebagian isi surat yang ditujukan ke Pemerintah Aceh sebagai berikut:
Pertama: Mendesak Pemerintah Aceh mencabut izin oprsional Hotel yang melanggar syariat Islam dalam waktu tujuh hari, terhitung setelah surat diterima oleh Gubernur yakni tanggal 13 Mei 2014.
Kedua: Mendesak Pemerintah Aceh segera mengesahkan Qanun Jinayah
Ketiga: Mendesak Pemerintah Aceh mengeluarkan Peraturan Gubernur (pergub) tentang penertiban tempat wisata syari’i.
Bila tuntutan di atas tidak ditindak lanjuti atau tidak diberikan jawaban oleh Pemerintah Aceh. Maka, ormas mengatakan tak bertanggung-jawab jika mengambil alih tugas pemerintah dalam hal melaksanakan kewajiban Amar ma’ruf nahi munkar.
Adapun Ormas Islam yang turut mendesak Pemerintah untuk hal di atas sbb:
Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Front Pembela Islam (FPI)Aceh, Rabithah Taliban Aceh (RTA), BKPRMI Aceh, MMI Aceh, PII Aceh, DMI Aceh, DDII Aceh, NU Aceh, PERTI Aceh, Al-Irsyad Aceh, AMPSI, DKMA Aceh, ISAD, Al-Wasliyah Aceh, HMI Aceh, IKADI Aceh, ISKADA dan Arimatea Aceh.(Hidayatullah)
“Berbagai fakta sudah ditemukan. Ada sejumlah Hotel di Banda Aceh melakukan pelanggaran syariat Islam dan mencoreng nama baik Bumoe Seuramoe Makkah,” demikian disampaikan jubir ormas Islam, Tgk Mustafa Husen Woyla dalam rilisnya ke media, Jumat (16/05/2014) tadi.
Menurut Husen, temuan pelanggaran dibuktikan melalui bebera razia-razia gabungan, maupaun liputan eksklusif beberapa harian lokal.
Atas dasar itulah himpunan masyarakat yang terhimpun dalam dua puluh ormas Islam sudah menandatangani surat yang disampaikan ke Gubernur Aceh dengan nomor agenda, Klas 451 nomor 18511, tanggal terima 13/5/2014. Hal Mohon pencabutan izin Hotel Yang Melanggar Syariat dan Pengesahan Qanun Jinayat.
Adapun sebagian isi surat yang ditujukan ke Pemerintah Aceh sebagai berikut:
Pertama: Mendesak Pemerintah Aceh mencabut izin oprsional Hotel yang melanggar syariat Islam dalam waktu tujuh hari, terhitung setelah surat diterima oleh Gubernur yakni tanggal 13 Mei 2014.
Kedua: Mendesak Pemerintah Aceh segera mengesahkan Qanun Jinayah
Ketiga: Mendesak Pemerintah Aceh mengeluarkan Peraturan Gubernur (pergub) tentang penertiban tempat wisata syari’i.
Bila tuntutan di atas tidak ditindak lanjuti atau tidak diberikan jawaban oleh Pemerintah Aceh. Maka, ormas mengatakan tak bertanggung-jawab jika mengambil alih tugas pemerintah dalam hal melaksanakan kewajiban Amar ma’ruf nahi munkar.
Adapun Ormas Islam yang turut mendesak Pemerintah untuk hal di atas sbb:
Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Front Pembela Islam (FPI)Aceh, Rabithah Taliban Aceh (RTA), BKPRMI Aceh, MMI Aceh, PII Aceh, DMI Aceh, DDII Aceh, NU Aceh, PERTI Aceh, Al-Irsyad Aceh, AMPSI, DKMA Aceh, ISAD, Al-Wasliyah Aceh, HMI Aceh, IKADI Aceh, ISKADA dan Arimatea Aceh.(Hidayatullah)
KELEBIHAN BULAN RAJAB
Kemuliaan , Keagungan, Keutamaan, Kelebihan Bulan Rojab / Rajab
Amalan Doa Bulan Rojab / Rajab, Puasa, Shoum, Istighfar,
Kini kita telah berada di bulan Rajab, salah satu bulan istimewa dalam kalender islami. Kata Rajab berasal dari kata at-tarjib, yang berarti "penghormatan" (at-ta'zhim). Barangkali rahasia penamaan ini karena orang-orang Arab mengkhususkannya dengan berbagai penghormatan.
Beribadah di bulan Rajab memiliki ganjaran yang sangat besar, terutama dengan berpuasa serta beristighfar dan bertaubat dari dosa-dosa. Dan malam pertama bulan Rajab merupakan malam yang istimewa, sebab doa sangat besar kemungkinan diterimanya di malam ini. Dalam sebuah hadits dikatakan, "Ada lima malam ketika doa di malam-malam itu tidak ditolak: malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya'ban, malam Jum'at, malam `Idul Fithri, dan malam nahar (Idul Adha)."
Demikian hadits yang disebutkan oleh As Suyuthi dalam Al-Jami' Ash Shaghir riwayat Ibnu 'Asakir dari Abu Umamah.
Bulan Rajab merupakan awal rangkaian tiga bulan yang istimewa dan mulia, yaitu Rajab, Sya`ban, dan Ramadhan. Hadits mengenai keutamaan ketiga bulan ini pun cukup banyak. Di antaranya, "Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah Adapun Sya`ban, itu adalah bulanku, sedang Ramadhan adalah bulan umatku." (Disebutkan dalam Musnad Al Firdaus dari Anas bin Malik ra.)
Dengan memasuki bulan Rajab, berarti saat-saat kedatangan bulan Ramadhan semakin dekat. Agar nantinya kita dapat memanfaatkan bulan suci itu dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, persiapannya mesti dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya, khususnya ketika memasuki bulan Rajab. Salah satu caranya adalah dengan menyucikan diri dengan banyak beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Dan bulan Rajab memang salah satu saat yang terbaik untuk banyak beristighfar.
Bertaubat dan memohon ampun memiliki berbagai manfaat dan keutamaan. Salah satunya adalah memudahkan rizqi, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, "Banyak memohon ampun dapat menarik (mendatangkan) rizqi." Sedangkan dalam ayat Al-Quran dikatakan, "Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan kepadamu hujan lebat, dan membanyakkan harta dan anakanakmu, dan mengadakan untukmu kebunkebun dan dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh: 10-12).
Rasulullah SAW juga bersabda, "Perbanyaklah istighfar oleh kalian, karena, barang siapa membanyakkannya, Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kedukaan dan kesedihan serta menganugerahinya rizqi yang tak disangka-sangka." Dalam Sunan Abi Dawud dan Sunan Ibnu Majah terdapat hadits dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa merutinkan istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberinya rizqi yang tak diduga-duga."
Di antara doa yang sangat baik untuk kita amalkan sepanjang bulan Rajab adalah doa singkat berikut: Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'ban wa ballighnaa ramadhan
"Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."
Rajab Bulan yang Mengandung Peristiwa Besar
Secara etimologis, Rajab mengandung makna "kebesaran" atau "kemuliaan". Bulan Rajab berarti bulan yang mengandung peristiwa besar, dan sangat dimuliakan. Tak hanya masyarakat Arab pasca-Islam yang menamai bulan ini Rajab. Zaman sebelum Islam diturunkan, masyarakat Jahiliyah telah menamai bulan ini dengan nama itu. Mereka memuliakan bulan ini dengan mengharamkan peperangan atau pertumpahan darah. Rasulullah SAW pun kemudian menetapkan kebiasaan tersebut. Beliau mengharamkan pertumpahan darah di bulan Rajab.
Oleh karena itu, Rajab juga disebut Rajab al-Haram, karena termasuk salah satu di antara empat bulan haram, yaitu bulan yang diharamkan melakukan peperangan di dalamnya. Bulan-bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Ia juga dinamakan Rajab al-Fard, karena terpisah sendiri dari tiga bulan haram lainnya yang berurutan dan berada pada lima bulan setelah bulan lainnya.
Nama lain bulan Rajab adalah Rajab Mudhar. Dinamakan demikian karena suku Mudhar sangat mengagungkan bulan ini dan amat menjaga kehormatannya.
Dalam sebuah risalahnya yang berjudul Tabyin al-'Ajab bima Warada fi fadhli Rajab, Al-Hafizh Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Hajar Al-Asqalani menyebut nama lain bulan Rajab dengan 18 nama. Yang terkenal adalah 'Al-Ashamm" (yang tuli), karena tidak terdengarnya gemerincing pedang yang saling beradu, disebabkan karena Rajab itu termasuk bulan haram yang diharamkan adanya peperangan. Nama unik lainnya "Munashil al-Asinnah"(keluamya gigi), dengan maksud makna senada dengan nama pertama disebutkan, yakni anak panah besi yang dicopotkan seperti mencabut gigi.
Nama lainnya Al-Ashabb (limpahan), karena limpahan rahmat yang banyak diturunkan pada bulan itu.
Keutamaan Rajab termasuk dalam keumuman fadhilah bulan-bulan haram (Al-Asy-hur AI-Hurum), sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua betas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumf, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa." (QS At-Tawbah: 36).
Perincian empat bulan ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan AlBukhari dan Muslim, yakni tiga bulan yang berurutan (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram), dan satu bulan terpisah, yakni Rajab, yang terletak di antara bulan Jumadil Akhirah dan Sya'ban.
Bulan Rajab mengingatkan kita pada peristiwa-peristiwa bersejarah. Di antaranya hijrah pertama dalam sejarah Islam, peristiwa Perang Tabuk, peristiwa Isra dan Mi'raj, dan kelahiran ulama besar Imam Asy-Syafi'i.
Kedekatan Hati dengan Nabi
Saat kaum kafir Quraisy meningkatkan tekanan dan ancaman terhadap Rasulullah SAW dan para pengikutnya, beliau memerintahkan sebagian sahabat dan keluarganya untuk hijrah ke Habasyah.
Perintah itu turun ketika beberapa orang sahabat mengadukan perbuatan zhalim dan hinaan kaum kafir Quraisy yang kelewat batas. Tujuan hijrah ini di antaranya demi menjaga keselamatan iman dari ujian yang berat, menjaga keselamatan diri dari penganiayaan fisik, serta untuk merencanakan dan mengawali langkah barn bagi perjuangan Islam di mass berikutnya.
Habasyah, atau Abessinia, adalah nama kuno Ethiopia. Bangsa Habasyah adalah keturunan bangsa Semit. Bahasa mereka, Amhariyah, serumpun dengan bahasa Arab. Mayoritas penduduknya beragama Nasrani.
Pilihan Nabi Muhammad SAW untuk hijrah ke Habasyah karena rakyatnya beragama Nasrani, yang juga monotheis, dan raja mereka, Najasyi, adalah seorang yang bijak dan memiliki kedekatan hati dengan Nabi SAW. Sikap bijak dan memberikan perlindungan Najasyi tampak saat utusan kafir Quraisy, Amr bin Ash dan Imarah bin Walid, ditolak mentah-mentah untuk menyerahkan kaum muslimin yang berlindung kepadanya.
Raja Najasyi juga amat terharu dengan uraian sahabat Ja'far bin Abu Thalib, yang, saat memimpin sahabatsahabat lainnya berhijrah, berhadapan dengan sang raja dan menuturkan keindahan syari'at Islam tentang shalat, puasa, zakat, dan akhlaq. Kekaguman Raja Najasyi kepada Nabi SAW, para sahabat, yang sangat teguh mengiringi langkah Nabi SAW, dan ajaran Islam, membuatnya berbangga hati negerinya dijadikan tempat hijrah tersebut. Bahkan, raja ini menyatakan keislamannya pada tahun 7 H/630 M.
Kedekatan Nabi SAW dengan Raja Najasyi juga tampak pada tahun 3 H/625 M ketika Nabi SAW tidak bisa menghadiri pernikahannya dengan Hafshah binti Umar bin Al-Khaththab, Raja Najasyi berkenan mewakili beliau. Kemudian ketika Nabi SAW sudah menetap di Madinah dan mendengar kabar mangkatnya Raja Najasyi, beliau menyelenggarakan shalat jenazah untuk menghormati jasa-jasanya bagi kaum muslimin.
Hijrah ke Habasyah terjadi dua kali. Pada hijrah yang pertama, ada 10 laki-laki dan lima perempuan. Di antara mereka ialah sahabat Utsman bin Affan dan istrinya, putri Nabi (Ruqayyah), Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, dan Utsman bin Mazh'un. Mereka menuju Habasyah dengan menyeberangi Laut Merah dan mengarungi padang pasir yang kering dan tandus.
Perang Tabuk
Perang Tabuk atau Ghazwah Tabuk merupakan salah satu peristiwa peperangan terbesar dalam sejarah Islam pasca-hijrah yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW. Perang tanpa darah ini merupakan peperangan terakhir bagi beliau. Perang ini terjadi pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah/Oktober 631 M.
Keadaan cuaca saat itu sangat panes dan terik. Medan tempur itu, Tabuk, laksana butiran pasir yang berdebu dan menyilaukan. Ini padang pasir yang sangat gersang yang berada di utara Semenanjung Arab, jauh dari Makkah dan Madinah.
Kaum muslimin bergerak dengan kekuatan 30.000 bala tentara, termasuk 10.000 pasukan berkuda. Pasukan besar ini dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW sendiri. Sedangkan lawan, tentara Romawi, dipimpin raja dan panglima perang Heraclius.
Sesampainya di Tabuk, Rasulullah SAW bersama pasukan Islam mengadakan "perjanjian perdamaian" dengan penduduk di sekitar Tabuk. Rasulullah memberi jaminan keamanan kepada mereka selagi mereka tidak berbuat makar terhadap kaum muslimin yang tengah bersiap menghadapi peperangan ini. Seorang penguasa Ilah (sebuah kawasan dekat Tabuk) yang bemama Yuhana bin Ru'bah datang meminta perdamaian kepada Rasulullah SAW. la dan penduduk Ilah sanggup membayar jizyah.
Kesanggupan membayar jizyah dan mendapatkan perlindungan Rasulullah SAW juga diterima balk oleh penduduk Jarba dan Azruh. Rasulullah juga turut mengantar Surat tawaran tersebut kepada setiap kawasan di sekitar Tabuk.
Tujuan Rasulullah berbuat demikian untuk menguatkan perpaduan dan benteng pertahanan Islam, di camping menyampaikan dakwah Islamiyah Berta menyekat pergerakan musuh supaya tidak menggunakan perbatasan Syam sebagai pangkalan perang.
Akhirnya semua kabilah Arab di Tabuk menerima tawaran Rasul itu dengan tangan terbuka.
Hasilnya, tentara Islam di Tabuk semakin kuat dan berjaya memblokade gerak pasukan Romawi. Bahkan pasukan Romawi ketakutan dan beringsut dari medan nan gersang itu, lantaran melihat jumlah pasukan muslimin yang sedemikian besarnya.
Setelah semuanya berlangsung se-lama 20 hari tanpa pertumpahan darah setetes pun di Tabuk, pasukan muslimin beserta Rasulullah SAW kembali ke Madinah.
Amalan Doa Bulan Rojab / Rajab, Puasa, Shoum, Istighfar,
Kini kita telah berada di bulan Rajab, salah satu bulan istimewa dalam kalender islami. Kata Rajab berasal dari kata at-tarjib, yang berarti "penghormatan" (at-ta'zhim). Barangkali rahasia penamaan ini karena orang-orang Arab mengkhususkannya dengan berbagai penghormatan.
Beribadah di bulan Rajab memiliki ganjaran yang sangat besar, terutama dengan berpuasa serta beristighfar dan bertaubat dari dosa-dosa. Dan malam pertama bulan Rajab merupakan malam yang istimewa, sebab doa sangat besar kemungkinan diterimanya di malam ini. Dalam sebuah hadits dikatakan, "Ada lima malam ketika doa di malam-malam itu tidak ditolak: malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya'ban, malam Jum'at, malam `Idul Fithri, dan malam nahar (Idul Adha)."
Demikian hadits yang disebutkan oleh As Suyuthi dalam Al-Jami' Ash Shaghir riwayat Ibnu 'Asakir dari Abu Umamah.
Bulan Rajab merupakan awal rangkaian tiga bulan yang istimewa dan mulia, yaitu Rajab, Sya`ban, dan Ramadhan. Hadits mengenai keutamaan ketiga bulan ini pun cukup banyak. Di antaranya, "Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah Adapun Sya`ban, itu adalah bulanku, sedang Ramadhan adalah bulan umatku." (Disebutkan dalam Musnad Al Firdaus dari Anas bin Malik ra.)
Dengan memasuki bulan Rajab, berarti saat-saat kedatangan bulan Ramadhan semakin dekat. Agar nantinya kita dapat memanfaatkan bulan suci itu dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, persiapannya mesti dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya, khususnya ketika memasuki bulan Rajab. Salah satu caranya adalah dengan menyucikan diri dengan banyak beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Dan bulan Rajab memang salah satu saat yang terbaik untuk banyak beristighfar.
Bertaubat dan memohon ampun memiliki berbagai manfaat dan keutamaan. Salah satunya adalah memudahkan rizqi, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, "Banyak memohon ampun dapat menarik (mendatangkan) rizqi." Sedangkan dalam ayat Al-Quran dikatakan, "Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan kepadamu hujan lebat, dan membanyakkan harta dan anakanakmu, dan mengadakan untukmu kebunkebun dan dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh: 10-12).
Rasulullah SAW juga bersabda, "Perbanyaklah istighfar oleh kalian, karena, barang siapa membanyakkannya, Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kedukaan dan kesedihan serta menganugerahinya rizqi yang tak disangka-sangka." Dalam Sunan Abi Dawud dan Sunan Ibnu Majah terdapat hadits dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa merutinkan istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberinya rizqi yang tak diduga-duga."
Di antara doa yang sangat baik untuk kita amalkan sepanjang bulan Rajab adalah doa singkat berikut: Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'ban wa ballighnaa ramadhan
"Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."
Rajab Bulan yang Mengandung Peristiwa Besar
Secara etimologis, Rajab mengandung makna "kebesaran" atau "kemuliaan". Bulan Rajab berarti bulan yang mengandung peristiwa besar, dan sangat dimuliakan. Tak hanya masyarakat Arab pasca-Islam yang menamai bulan ini Rajab. Zaman sebelum Islam diturunkan, masyarakat Jahiliyah telah menamai bulan ini dengan nama itu. Mereka memuliakan bulan ini dengan mengharamkan peperangan atau pertumpahan darah. Rasulullah SAW pun kemudian menetapkan kebiasaan tersebut. Beliau mengharamkan pertumpahan darah di bulan Rajab.
Oleh karena itu, Rajab juga disebut Rajab al-Haram, karena termasuk salah satu di antara empat bulan haram, yaitu bulan yang diharamkan melakukan peperangan di dalamnya. Bulan-bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Ia juga dinamakan Rajab al-Fard, karena terpisah sendiri dari tiga bulan haram lainnya yang berurutan dan berada pada lima bulan setelah bulan lainnya.
Nama lain bulan Rajab adalah Rajab Mudhar. Dinamakan demikian karena suku Mudhar sangat mengagungkan bulan ini dan amat menjaga kehormatannya.
Dalam sebuah risalahnya yang berjudul Tabyin al-'Ajab bima Warada fi fadhli Rajab, Al-Hafizh Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Hajar Al-Asqalani menyebut nama lain bulan Rajab dengan 18 nama. Yang terkenal adalah 'Al-Ashamm" (yang tuli), karena tidak terdengarnya gemerincing pedang yang saling beradu, disebabkan karena Rajab itu termasuk bulan haram yang diharamkan adanya peperangan. Nama unik lainnya "Munashil al-Asinnah"(keluamya gigi), dengan maksud makna senada dengan nama pertama disebutkan, yakni anak panah besi yang dicopotkan seperti mencabut gigi.
Nama lainnya Al-Ashabb (limpahan), karena limpahan rahmat yang banyak diturunkan pada bulan itu.
Keutamaan Rajab termasuk dalam keumuman fadhilah bulan-bulan haram (Al-Asy-hur AI-Hurum), sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua betas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumf, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa." (QS At-Tawbah: 36).
Perincian empat bulan ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan AlBukhari dan Muslim, yakni tiga bulan yang berurutan (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram), dan satu bulan terpisah, yakni Rajab, yang terletak di antara bulan Jumadil Akhirah dan Sya'ban.
Bulan Rajab mengingatkan kita pada peristiwa-peristiwa bersejarah. Di antaranya hijrah pertama dalam sejarah Islam, peristiwa Perang Tabuk, peristiwa Isra dan Mi'raj, dan kelahiran ulama besar Imam Asy-Syafi'i.
Kedekatan Hati dengan Nabi
Saat kaum kafir Quraisy meningkatkan tekanan dan ancaman terhadap Rasulullah SAW dan para pengikutnya, beliau memerintahkan sebagian sahabat dan keluarganya untuk hijrah ke Habasyah.
Perintah itu turun ketika beberapa orang sahabat mengadukan perbuatan zhalim dan hinaan kaum kafir Quraisy yang kelewat batas. Tujuan hijrah ini di antaranya demi menjaga keselamatan iman dari ujian yang berat, menjaga keselamatan diri dari penganiayaan fisik, serta untuk merencanakan dan mengawali langkah barn bagi perjuangan Islam di mass berikutnya.
Habasyah, atau Abessinia, adalah nama kuno Ethiopia. Bangsa Habasyah adalah keturunan bangsa Semit. Bahasa mereka, Amhariyah, serumpun dengan bahasa Arab. Mayoritas penduduknya beragama Nasrani.
Pilihan Nabi Muhammad SAW untuk hijrah ke Habasyah karena rakyatnya beragama Nasrani, yang juga monotheis, dan raja mereka, Najasyi, adalah seorang yang bijak dan memiliki kedekatan hati dengan Nabi SAW. Sikap bijak dan memberikan perlindungan Najasyi tampak saat utusan kafir Quraisy, Amr bin Ash dan Imarah bin Walid, ditolak mentah-mentah untuk menyerahkan kaum muslimin yang berlindung kepadanya.
Raja Najasyi juga amat terharu dengan uraian sahabat Ja'far bin Abu Thalib, yang, saat memimpin sahabatsahabat lainnya berhijrah, berhadapan dengan sang raja dan menuturkan keindahan syari'at Islam tentang shalat, puasa, zakat, dan akhlaq. Kekaguman Raja Najasyi kepada Nabi SAW, para sahabat, yang sangat teguh mengiringi langkah Nabi SAW, dan ajaran Islam, membuatnya berbangga hati negerinya dijadikan tempat hijrah tersebut. Bahkan, raja ini menyatakan keislamannya pada tahun 7 H/630 M.
Kedekatan Nabi SAW dengan Raja Najasyi juga tampak pada tahun 3 H/625 M ketika Nabi SAW tidak bisa menghadiri pernikahannya dengan Hafshah binti Umar bin Al-Khaththab, Raja Najasyi berkenan mewakili beliau. Kemudian ketika Nabi SAW sudah menetap di Madinah dan mendengar kabar mangkatnya Raja Najasyi, beliau menyelenggarakan shalat jenazah untuk menghormati jasa-jasanya bagi kaum muslimin.
Hijrah ke Habasyah terjadi dua kali. Pada hijrah yang pertama, ada 10 laki-laki dan lima perempuan. Di antara mereka ialah sahabat Utsman bin Affan dan istrinya, putri Nabi (Ruqayyah), Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, dan Utsman bin Mazh'un. Mereka menuju Habasyah dengan menyeberangi Laut Merah dan mengarungi padang pasir yang kering dan tandus.
Perang Tabuk
Perang Tabuk atau Ghazwah Tabuk merupakan salah satu peristiwa peperangan terbesar dalam sejarah Islam pasca-hijrah yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW. Perang tanpa darah ini merupakan peperangan terakhir bagi beliau. Perang ini terjadi pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah/Oktober 631 M.
Keadaan cuaca saat itu sangat panes dan terik. Medan tempur itu, Tabuk, laksana butiran pasir yang berdebu dan menyilaukan. Ini padang pasir yang sangat gersang yang berada di utara Semenanjung Arab, jauh dari Makkah dan Madinah.
Kaum muslimin bergerak dengan kekuatan 30.000 bala tentara, termasuk 10.000 pasukan berkuda. Pasukan besar ini dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW sendiri. Sedangkan lawan, tentara Romawi, dipimpin raja dan panglima perang Heraclius.
Sesampainya di Tabuk, Rasulullah SAW bersama pasukan Islam mengadakan "perjanjian perdamaian" dengan penduduk di sekitar Tabuk. Rasulullah memberi jaminan keamanan kepada mereka selagi mereka tidak berbuat makar terhadap kaum muslimin yang tengah bersiap menghadapi peperangan ini. Seorang penguasa Ilah (sebuah kawasan dekat Tabuk) yang bemama Yuhana bin Ru'bah datang meminta perdamaian kepada Rasulullah SAW. la dan penduduk Ilah sanggup membayar jizyah.
Kesanggupan membayar jizyah dan mendapatkan perlindungan Rasulullah SAW juga diterima balk oleh penduduk Jarba dan Azruh. Rasulullah juga turut mengantar Surat tawaran tersebut kepada setiap kawasan di sekitar Tabuk.
Tujuan Rasulullah berbuat demikian untuk menguatkan perpaduan dan benteng pertahanan Islam, di camping menyampaikan dakwah Islamiyah Berta menyekat pergerakan musuh supaya tidak menggunakan perbatasan Syam sebagai pangkalan perang.
Akhirnya semua kabilah Arab di Tabuk menerima tawaran Rasul itu dengan tangan terbuka.
Hasilnya, tentara Islam di Tabuk semakin kuat dan berjaya memblokade gerak pasukan Romawi. Bahkan pasukan Romawi ketakutan dan beringsut dari medan nan gersang itu, lantaran melihat jumlah pasukan muslimin yang sedemikian besarnya.
Setelah semuanya berlangsung se-lama 20 hari tanpa pertumpahan darah setetes pun di Tabuk, pasukan muslimin beserta Rasulullah SAW kembali ke Madinah.
Langganan:
Postingan (Atom)


